Senin, 10 November 2014

[Migrasi] Aku bukan Layla,, dan dia bukan Qois,, ^_^,,

Aku telah berubah,, Ini bukan aku yang kukenal,, Aku berubah,, Menjadi Layla yang merindukan Qois,, Menuliskan bait-bait puisi cinta untuk pujaannya,, Diam dalam seribu tanda tanya,, Tanpa sanggup bertanya; “Mengapa?” Aku disini menuliskan bait-bait cinta Layla,, Yang berkata: “ Biarkan hitam mataku menangis karena kehilangan kekasih, Agar sejuk air mata memadamkan panas deritanya, Lalu kusulam bulir-bulir air mata ini untuk selimut baginya, Beruntunglah jiwa yang dapat bersanding dengan kekasihnya,” Ya, aku tak sadar aku telah menjadi seperti Layla,, Tapi apakah diapun telah berubah menjadi Qais? Tidak, dia bukan Qais,, Dia adalah dia,, Dia tak perlu berubah menjadi Qois untuk merubahku menjadi Layla,, Dia bukan Qois,, Dan akupun bukan Layla itu,, Hanya punya kerinduan yang sama,, Aku tak mau menjadi Layla,, Yang kehilangan kecantikan dan cita-citanya,, Dan aku tak mau dirinya menjadi seperti Qois, Si Majnun,, Yang menganggap rusa adalah Layla pujaannya,, Yang menjadi gila dan mati,, Tapi aku akan menjadi Sayyidah Aminah,, Dalam setiap degupan kerinduannya,, Dalam setiap rasa harapnya,, Dalam setiap doanya,, Dan aku mau dia menjadi Sayyid Abdullah,, Yang datang meminang Sayyidah Aminah,, Bukan menjadi Qois si Majnun,, Yang menjadi gila,, Yang kehilangan hidup, keluarga dan jiwanya,, Dan mati karena gila pada Layla,, Tanpa bisa berbuat apa-apa,, Aku akan menjadi seperti Sayyidah Aminah,, Dan dia akan menjadi seperti Sayyid Abdullah,, Dan akhirnya kita akan bersua,, Aku percaya janji ALLAH,, Aku percaya ALLAH tak terpejam,, Aku percaya ALLAH mendengar setiap degupan jantung ini yang meneriakkan namanya,, Dan ALLAH tau, apa alasanku mencintainya,, ^_^,, FB October 25, 2009 at 11:37pm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar