Senin, 10 November 2014

[Migrasi] Nasehat untuk aku,,

Tulisan ini aku mulai dengan bismillah dan bersholawat kepada junjungan kita, Al-Habibi Al-Musthofa Muhammad Rosulullah,, Dengan nama ALLAH yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang,, “Sesungguhnya wanita seumpama tulang rusuk yang bengkok. Bila kamu membiarkannya (bengkok) kamu memperoleh manfaatnya dan bila kamu berusaha meluruskannya maka kamu mematahkannya.” (HR. Ath-Thahawi) Aku bukanlah seorang wanita yang baik,, Apa yang aku lakukan dalam perjalanan hidupku ini banyak kulawan aliran air yang seharusnya dari hulu ke hilir,, dengan niatan untuk membuat hidupku sempurna,, tapi justru yang ada adalah aku semakin banyak menumpuk dosa dan dosa,, Teringat perkataan seorang ulama sufi yang disampaikan seorang kawan: “Wanita itu akan menurun kesehatannya jika banyak dilihat oleh laki2,, langsung atau tidak langsung,,” (Syaikh Nadzim Al-Haqqani). Teringat lagi sebuah hadist: “Sebaik2 wanita adalah yang jarang melihat laki2, dan jarang dilihat oleh laki2,,” Hmm,, inginnya aku,, Tapi kondisiku saat ini yang belum mengizinkan,, Masih banyak ku lakukan ikhtilat2,, Semoga ALLAH mengampuni aku,, Tulisan yang kutulis ini sekedar untuk menasehati diriku sendiri, tentang nilai seorang wanita,, Tentang kemuliaan seorang wanita,, dan bagaimana Islam memperjuangkan harkat kaum wanita,, Aku sadar sepenuhnya adalah tulang rusuk yang bengkok,, Yang selamanya g akan pernah lurus,, Usaha yang selama ini aku lakukan seorang diri untuk memperbaiki diriku sebagai seorang wanita sering kali salah,, sering kali buntu,, Dan semakin lama, akhirnya aku semakin menyadari, aku adalah wanita,, setegar apapun aku,, sekuat apapun aku,, aku adalah tulang rusuk yang bengkok,, dan selamanya aku g akan bisa sendiri,, bimbingan dari seorang Ibu, Ayah ataupun seorang laki2 kelak akan terus kuperlukan,, Malam ini g sengaja mataku terpaku pada gambar seorang wanita,, cantik,, Puji syukur pada ALLAH yang menciptakan wajahnya secantik itu,, Tapi sekaligus, setitik air mata tiba2 ingin menetes,, Tiba2 aku merasa iba,, Sedih,, Bagaimana seorang wanita yang Rosulullah yang berjuang mati2an menaikkan derajat kaum wanita setinggi2nya,, sekarang posisinya terbalik,, justru kaum wanita itu yang menghina dirinya sendiri,, Ribuan gambar dalam blog2, atau situs2 pertemanan dengan bangganya dipasang,, berjilbab atau bahkan terbuka auratnya,, mereka dengan bangga memperlihatkan kecantikannya kepada semua orang,, menikmati komen2 yang ada,, yang memuji kecantikannya,, Astaghfirullah,, bagiku, itu bukan pujian,, tapi pelecehan,, Bukannya kecantikan seorang wanita itu hanya diperuntukkan untuk ayah, keluarganya dan yang paling penting suaminya,, dan jika sekarang bisa dinikmati oleh semua orang,, apa yang suaminya dapatkan kelak?? Aku semakin terbelalak lagi saat ku temukan gambar wanita2 yang sudah bersuami memamerkan gambarnya,, Gambar yang tak mencerminkan seorang ibu,, Yang ku lihat betapa banyaknya kaum laki2 memuji2 kecantikannya,, Astaghfirullah,, Jantungku berhenti berdetak beberapa detik rasanya,, Kemana suaminya?? Tahukah suaminya?? Terbayang dosa sang suami,, Terbayang jika sang suami melihat, betapa dirinya hancur merasa terinjak2 harga dirinya,, Allah berfirman dalam Al-Qur’an (Qs. An-Nisaa‘ : 34) “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.“ Puji syukur bagi ALLAH yang meletakkan segala tanggung jawab di atas seorang laki2,, Yang memberikan kemampuan kepada seorang laki2 untuk meluruskan tulang rusuk yang sudah bengkok pada awalnya,, Yang memberikan kekuatan pada laki2, baik dengan lisannya ataupun dengan tangannya,, Dan dilanjutkan pula firman ALLAH itu dengan: “Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” Menjerit hatiku,, takut,, bisakah aku suatu saat menjadi seorang wanita yang bisa memelihara diri saat kelak jika ALLAH menganugerahi aku seorang suami kelak? Dan lagi: “Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” Allah SWT telah memberikan wewenang pada laki2 untuk melakukan kekerasan pada seorang wanita,, dengan catatan si wanita memang harus diperlakukan seperti itu,, Baik itu seorang suami terhadap seorang istri, ataupun seorang ayah pada seorang anak wanitanya,, Sekarang aku sudah tak tahu apa lagi yang harus aku tanyakan? Siapakah yang harus kusalahkan? Sang suami/ayah kah? Atau sang wanita? Tak ada lagi yang bisa ku tulis,, Kecuali sedikit apa yang ku ketahui dari hadist,, Wahai para suami,, wahai para ayah,, tolong didiklah istri2 kalian dan anak2 kalian sebagaimana Rosulullah SAW mendidik istri2 beliau,, Demi ALLAH, jika kalian tidak melakukan apapun, kalian lah yang akan ditarik ke dalam neraka yang apinya menjilat2 oleh anak wanita dan istri2 kalian,, Wahai para pemuda,, janganlah kalian menunda2 apa yang sudah bisa kalian lakukan,, Tulis besar2 di hati kalian apa yang Rosulullah katakan: “Wahai kaum pemuda! Barang siapa di antara kamu sekalian yang sudah mampu memberi nafkah, maka hendaklah ia menikah, karena sesungguhnya menikah itu lebih dapat menahan pandangan mata dan melindungi kemaluan (alat kelamin). Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penawar bagi nafsu.“ (Shahih Muslim No.2485) Dan,, “Barangsiapa kawin (beristeri) maka dia telah melindungi (menguasai) separo agamanya, karena itu hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separonya lagi.“(HR. Al Hakim dan Ath-Thahawi). Dan wahai para istri,, tahukah kalian hadist Rosulullah SAW ini: “Tidak dibenarkan manusia sujud kepada manusia, dan kalau dibenarkan manusia sujud kepada manusia, aku akan memerintahkan wanita sujud kepada suaminya karena besarnya jasa (hak) suami terhadap isterinya.” (HR. Ahmad) Bagi seorang gadis, surganya ada di bawah telapak kaki ibunya dan juga pada ridho ayahnya,, dan ketahuilah bagi setiap istri, surganya adalah pada ridho suami,, Jagalah diri kalian baik,, Lindungilah apa yang kalian punyai, walau sehelai rambut sekalipun,, Ku akhiri tulisan ini dengan istighfar,, semoga ALLAH mengampuni aku,, menjaga aku, adik2ku, teman2ku dan semua muslimat terhadap hal2 yang dibenci dan diharamkan ALLAH,, (Tulisan ini ku tulis sebagai nasehat untuk diriku dan semua wanita muslim,, Dan juga untuk saudara2ku para ‘alawiy,, Ingat, jangan pernah biarkan Rosulullah menangis disana, buatlah Rosulullah bangga atas kita,,) Wallahu a'lam bishowab,, Semoga ALLAH mengampuni,, Mohon koreksi dan nasehat dari semua yang membaca,, Syukron,, N15-UTM 270510 10.03 AM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar