Senin, 10 November 2014

[Migrasi] Lagi2, nikmat Tuhan yang manakah yang bisa kamu dustakan??

Hari ini, dimulai dengan bismillah dan sholawat dan diikuti dengan berkali2nya terucap dalam hatiku “Fabiayyi a laa I robbikumaa tukadzzibaan” aku ingin sedikit berbagi cerita,, Teringat beberapa tahun lalu saat KP di PT. PETROKIMIA Gresik, seorang pekerja disana yang sempet ngobrol2 banyak ma aku menyampaikan 2 hal yang memang saat mendalam banget buat aku dan terus terngiang sampe hari ini, bahkan jadi sebagian moto hidup juga,, “Sekeras apa kau melemparkan bola ke dinding, bola itu akan kembali lagi kea rah kita dengan cara yang sama”,, Mungkin bagi para fisikawan hal ini g bisa diterima,, tapi bagiku kalimat sederhana dari orang yang sederhana ini seperti memberi pelajaran buatku,, Sederhananya “Kalau g mau dicubit ya jangan nyubit,,” atau “Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai,,” Yang kedua, dengan begitu yakinnya, beliau berkata setelah bercerita tentang pengalaman hidupnya,, “Yakinlah, apa yang pernah kita impikan saat kecil, pasti akan menjadi kenyataan suatu saat nanti, walau mungkin sedikit menyimpang, bahkan mungkin saat kita sudah tidak lagi memimpikannya,, Coba renungkan, dan suatu saat kamu akan berkata bahwa apa yang saya bilang ini benar,,” Aku waktu itu cuma bisa merasakan kekuatan keyakinannya,, Tapi belum bisa menemukannya,, Tapi setelah merenung, dan flashback ke kehidupanku selama ini, ucapan subhanallah terus2an meluncur dari hatiku saat menyadari satu demi satu impianku terpenuhi,, Demi ALLAH aku berani berkata, memang g ada nikmat ALLAH yang bisa kita dustakan,, Dan inilah cara ALLAH mengabulkan doa hamba-NYA,,” Mungkin lebih dari 20 tahun lalu, hanya karena lagu yang selalu dinyanyikan mamaku, yang bahkan sekarang ini cuma tersisa sebait dari lagi itu, aku bisa membentuk cita2ku, jadi insinyur,, Sama sekali g terbayangkan aku bisa menjadi seorang insinyur,, Bahkan saat usiaku menginjak 16 tahun, aku berhenti bermimpi untuk menjadi seorang engineer (karena suatu alasan yang memang harusnya aku g bisa menempuh jalanku sekarang ini),, Tapi, lihatlah cara ALLAH mencintai hamba-NYA,, Aku, bagaimanapun sekarang,, bagaimanapun bentuknya,, walaupun belum ada kontribusiku dalam dunia engineering,, Aku, subhanallah, 20 tahun dari waktu itu, berdiri sebagai seorang engineer,, Sama sekali bukan karena aku,, ini semua MIN FADHLI ROBBIY,, Inilah kasih sayang ALLAH terhadap hani kecil,, Inilah pengabulan doa dari orang tuaku,, Semoga apa yang kudapat sekarang ini bermanfaat dunia akhirat,, untuk agamaku dan negaraku,, untuk keluargaku dan diriku,, Satu pembuktian,, ^_^,, Lagi satu contoh,, Dulu saat aku kecil, sekitar usiaku 6 atau 7 tahun aku tergila2 banget ma yang namanya computer,, Sampe buat keyboard dari kardus, dan layarnya TV rusak,, Pokoknya pura2 ngetik,, Pura2 smart mengoperasikan computer,, Sambil ngiler dalam hati, kapaaaaan aku bisa punya computer,, Alhamdulillah, 3 atau 4 tahun setelahnya aku tanpa meminta pada siapapun, tanpa memberitahukan keinginanku ini pada siapapun, tiba2 dihadiahi computer oleh pamanku,, Sungguh, hati pamanku g akan tergerak klo bukan ALLAH yang menggerakkan,, Lagi2, hadzaa min fadhliy robbiy,, Setelah punya computer, dan tau ada makhluq bernama laptop, jadi ngiler lagi,, Pengeeen banget waktu itu,, Dari umur 14 tahun rasanya,, Diam2 aku simpan lagi keinginanku, sambil sekali2 berdoa ala kadarnya,, “ Ya ALLAH, kapan ya aku punya laptop,,” Dan lagi2, tanpa disangka, bertahun2 kemudian aku bisa beli laptop,, Dan masih banyak lagi hal2 seperti ini dalam hidupku,, Bukan Cuma itu,, Dan semuanya sama sekali bukan karena aku berusaha, tapi ALLAH lah yang memberikannya untukku,, Subhanallah,, Sering kali aku terharu,, G percaya,, Termasuk saat menuliskan ini, aku baru saja mendapat satu lagi impian kecilku,, ^_^,, Makasih ya ALLAH,, ^_^,, Dan aku benar2 percaya,, Doa orang tuaku akan selalu bergema, dan Insya ALLAH sebentar lagi keinginan2 besarku akan terpenuhi,, selangkah lagi,, ^_^,, Tentunya klo ALLAH menghendaki,, Bismillah,, Disini aku Cuma pengen bilang, jangan pernah berhenti bermimpi, dan berusaha mewujudkannya,, Demi ALLAH, ALLAH g akan merubah nasib suatu kaum kecuali dia berusaha mengubah nasibnya sendiri,, ^_^,, Itu janji ALLAH,, Dan bisa jadi mimpi itulah yang jadi motivasi kita untuk terus melangkah di hari esok, bagaimanapun keadaannya,, So, terus bermimpi, terus berdoa, terus berusaha,, Allah g pernah tidur,, Dan yang terakhir, aku meminta ampun pada ALLAH dan memohon semoga semua ini bukan istidraj-NYA,, 503 WA3-KDSE UTM Skudai, Johor 160211; 09:52 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar