Senin, 10 November 2014

[Migrasi] Episode #1

Baiklah,, Akan segera dimulai episode kita,, Tentang beberapa cerita tanpa titik koma,, Ya,, Tanpa titik koma yang memenggal tautan kita,, Kau aku sebagai sutradara,, (yang akan selalu kelimpungan menyelesaikan),, Mendekatlah,, Agar jauh mengeluh,, Agar jarak melepuh,, Saat ini harus kita selesaikan penceritaan-penceritaan,, Meraba pemahaman,, Mencengkeram perasaan,, Menggenggam ucapan,, Merambah adegan,, Menjamah permainan,, Menggamak persiapan,, Menggempur keegoan,, Melalap pementasan,, Tepuk tangan,, Ah biarlah.. Biar penontn yang berteriak-teriak saat kita sesak,, Biar penonton yang terisak-isak saat kita semakin merapatkan tapak,, Biar penonton yang tersenyum saat kebersamaan kita begitu ranum,, Biar penonton yang menangis saat tanpa sengaja salah satu dari kita mengiris,, Biar penonton yang marah saat kita tak saling ramah,, Biar... Biar... Biar penonton yang meluap perasaannya menyaksikan kita,, Biarkan,, Biarkan celah jarimu aku yang mengisi,, Hingga kita menundukkan kepala,, Ketika kita dipaksakan memberi koma pada adegan,, Dan akan berlanjut pada sebuah episode tanpa pengakhiran,, Episode kita dengan Tuhan,, Baiklah... Inilah episode kita,, By my friend: Ibrahim Bra Puisi bagus banget Mas Ibra,, I like it,, tetap menulis ya Mas,, ^_^,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar