Senin, 10 November 2014
[Migrasi] Titip Rindu buat Ayah,,
Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa,,
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu,,
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras,,
Namun kau tetap tabah,,
Hmmmm...
Meski nafasmu kadang tersengal,,
Memikul beban yang makin sarat,,
Kau tetap bertahan
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini,,
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan,,
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari,,
Kini kurus dan terbungkuk,,
Hmmmm...
Namun semangat tak pernah pudar,,
Meski langkahmu kadang gemetar,,
Kau tetap setia,,
Ayah,,
Dalam hening sepi kurindu,,
Untuk menuai padi milik kita,,
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan,,
Anakmu sekarang banyak menanggung beban,,
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini,,
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan,,
Bahumu yang dulu kekar,,
Legam terbakar matahari,,
Kini kurus dan terbungkuk,,
Hmmmm...
Namun semangat tak pernah pudar,,
Meski langkahmu kadang gemetar,,
Kau tetap setia,,
*Ebit G. Ade
LOVE U SOOOOOOOO MUUCCCHHH DAD,,
Wait me a little bit longer,, I'll definitely make u and Mom happy,, ^_^,,
Pasuruan
050312
10:00 PM
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar